Searching...
Jumat, 23 September 2011

Archimedes


Siapa tak kenal Archimedes? Matematikawan, fisikawan, filsuf, astronom, dan penemu yang melegenda. Beliau terkenal sebagai perumus gaya Archimedes dan menemukan sekrup Archimedes. Beliau juga terkenal dengan ucapannya: “ Eureka! “

Archimedes dilahirkan pada tahun 287 sebelum masehi di Syracuse, sebuah kota pelabuhan di Sisilia, sekarang termasuk dalam wilayah negara Italia. Dahulu, Syracuse adalah termasuk koloni dari Magna Graecea (Yunani).

Archimedes muda berangkat meninggalkan kota kelahirannya untuk menuntut ilmu pengetahuan di Alexandria Mesir. Pada zaman dulu, Alexandria adalah salah satu pusat pengetahuan dunia. Di sini Archimedes berteman dengan Conon dari Samos dan Erastosthenes dari Cyrene, yang juga menjadi ilmuwan terkenal di zamannya.

Setelah puas menimba ilmu di Alexandria, Archimedes kembali ke kampung halamannya di Syracuse. Raja Hiero II, raja di Syracuse pada waktu itu, adalah sahabat dekat Archimedes.

Eureka!
Suatu hari, Raja Hiero II berencana membuat mahkota baru. Raja meminta seorang tukang emas untuk membuatnya. Setelah beberapa lama, mahkota tersebut selesai dan diberikan pada sang Raja. Mahkota tersebut berbentuk rangkaian daun salam melingkar yang berwarna kuning mengilap.

Akan tetapi sang Raja ragu, apakah benar mahkota tersebut semuanya emas atau ada campuran dengan logam lain. Untuk menjawab masalah itu raja memanggil Archimedes, sahabatnya. Raja menantang Archimedes untuk menghitung berapa kandungan emas yang terdapat pada mahkota baru tersebut. Archimedes harus menyelesaikan permasalahan tersebut tanpa merusak mahkota sang raja, sehingga ia tidak diperbolehkan melelehkan mahkota menjadi bentuk tertentu agar dapat dihitung berat jenisnya*.

Archimedes berpikir keras untuk menemukan jawaban pertanyaan sang raja, tapi ia tak kunjung berhasil. Suatu hari, ketika sedang mandi di dalam bak, Archimedes menyadari bahwa air bak naik dari kondisi semula, sebelum ia masuk bak. Ia keluar lagi dari bak untuk melihat batas permukaan air di bak. Kemudian, ia masuk lagi. Ia berpikir sejenak lalu berteriak: “EUREKA!”

Eureka! (εὕρηκα!) artinya adalah “ Saya telah menemukannya! ”. Konon, saking senangnya Archimedes berlarian ke luar tanpa sempat berpakaian sambil berteriak, “Eureka! Eureka! “

Timbangan Mahkota dan Emas Batangan

Archimedes lalu menimbang mahkota dengan batangan emas murni dengan berat yang sama dengan mahkota. Lalu kedua benda dimasukkan ke dalam zat cair. Jika berat mahkota dan batangan emas murni sama, artinya mahkota terbuat dari emas murni. Sebaliknya jika berat mahkota tidak sama dengan berat batangan emas murni, artinya mahkota bukan dibuat dari bahan emas murni, tapi sudah dicampur dengan logam lain.

Kenapa demikian? Mari kita ingat-ingat kembali konsep massa jenis! Massa jenis adalah ciri khas dari suatu benda tertentu. Besarnya adalah massa benda bagi volume benda. Misalnya massa jenis air = 1000 kg/m3, artinya apabila ada 1000 kilogram massa air, volumenya dapat dengan mudah kita ketahui, yaitu 1 meter kubik.

Suatu benda yang dicelupkan ke dalam air dapat terapung, melayang atau tenggelam. Jika massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis air, maka benda akan mengapung. Jika massa jenis benda sama dengan massa jenis air, maka benda melayang. Jika massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis benda, maka benda tenggelam.

Semua benda yang dimasukkan ke dalam air akan mengalami dorongan ke atas, sehingga seolah-olah benda tersebut menjadi lebih ringan. Dorongan ke atas ini kemudian disebut sebagai gaya Archimedes. Menurut beliau, gaya Archimedes besarnya sama dengan berat air yang terdesak.
Inspirasi dari bak mandi tadi di kemudian hari dikenal sebagai Prinsip Achimedes, yang berbunyi “Jika sebuah benda dimasukkan ke dalam air, maka benda tersebut akan didorong ke atas, dorongan tersebut besarnya sama dengan berat air yang didesak oleh benda yang bersangkutan.” Prinsip Archimedes ini sangat penting, bahkan menjadi dasar ilmu mekanika fluida, ilmu yang mempelajari fluida (fluida = benda yang dapat mengalir, seperti benda cair, gas, dan plasma).
(bersambung)


Daftar Pustaka
http://en.wikipedia.org/wiki/Archimedes
http://id.wikipedia.org/wiki/Archimedes
https://www.cs.drexel.edu/~crorres/Archimedes/contents.html
http://www.crystalinks.com/archimedes.html

Sumber gambar
http://en.wikipedia.org/wiki/Archimedes
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/ec/Archimedes_water_balance.gif
http://personal.maths.surrey.ac.uk/st/H.Bruin/image/archimedes_bath.jpg
http://www.windows2universe.org/people/ancient_epoch/archimedes.html
http://images.tutorvista.com/content/gravitation/buoyancy-archimedes-principle.jpeg 

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Back to top!